Selasa, 03 Januari 2012

Cara menanggulangi banjir

Banjir merupakan masalah yang sudah mewabah di Indonesia. Setiap musim hujan tiba, kota – kota yang berada di dataran rendah akan terkena banjir. Di ibukota misalnya, hujan 1 jam saja bisa berakibat fatal. Jika demikian, kondisi jalanan  akan sangat tidak kondusif. Meskipun pemerintah sudah mencari cara menanggulangi banjir, setiap tahun banjir masih saja senang berkunjung di kota – kota rawan tersebut.

Bila ingin mencari cara menanggulangi banjir, yang harus kita lihat terlebih dahulu adalah mengapa banjir bisa datang. Banjir bisa terjadi sebenarnya karena ulah manusia sendiri. Lihat saja, di kota – kota besar sungai yang sebenarnya berfungsi untuk menampung air disalahgunakan untuk menampung sampah, disekitar sungai tersebut bahkan dijadikan pemukiman.

Kondisi tersebut di perparah dengan kurangnya pepohonan yang berfungsi sebagai jantung kota. Bisa kita hitung sendiri kira – kira berapakah perbandingan antara hutan kota dengan gedung – gedung bertingkat, mana yang lebih banyak? Ibarat rumah, kota – kota yang rawan banjir tersebut adalah rumah yang tidak memiliki atap dan jendela. Saat badai menyerang, otomatis tidak ada perlindungan sama sekali.

Cara menanggulangi banjir
Apakah kita akan terus – menerus membiarkan kondisi tidak sehat terjadi di kota – kota yang rawan banjir. Tentunya tidak. Itu sebabnya, kita dan pemerintah harus mencari cara menanggulangi banjir meskipun sebenarnya cara tersebut sudah ada, kita tinggal merealisasikannya.
Berikut ini beberapa cara untuk menanggulangi banjir :
1.     Memfungsikan sungai dan selokan sebagaimana mestinya. Sungai dan selokan adalah tempat aliran air, jangan sampai fungsinya berubah menjadi tempat sampah.
2.     Larangan membuat rumah di dekat sungai. Biasanya, yang mendirikan rumah di dekat sungai adalah para pendatang yang datang ke kota besar hanya dengan modal nekat. Akibatnya, keberadaan mereka bukannya membantu peningkatan perekonomian. Malah sebaliknya merusak lingkungan. Itu sebabnya, pemerintah seharusnya tegas melarang membuat rumah di dekat sungai dan melarang orang – orang tanpa tujuan tidak jelas datang ke kota dalam jangka waktu lama (untuk menetap).
3.     Menanam pohon dan pohon – pohon yang tersisa tidak di tebangi lagi. Pohon adalah salah satu penompang kehidupan di suatu kota. Bayangkan, bila sebuah kota tidak penetralisasi pencemaran udara di siang hari, sebagai pengikat air di saat hujan melalui akar-akarnya. Bila sudah tidak ada  lagi pohon, bisa di bayangkan apa yang akan terjadi bila hujan tiba.
Cara menanggulangi banjir tersebut bisa di lakukan saat ini juga. Bila tidak sekarang, kapan lagi? Kita semua wajib memikirkan cara menanggulangi banjir. Bagaimanapun, hal itu adalah tanggung jawab bersama.

Referensi : http://www.anneahira.com/cara-menanggulangi-banjir.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar